Milestone untuk Perkembangan Anak Bayi di bawah 1 tahun

Bagi orangtua yang masih mempunyai anak bayi dibawah 1 tahun, kami ingin membagikan tahapan atau milestone perkembangan anak Anda yang dibagi dalam 3 sisi perkembangan anak usia dini.

Milestone Perkembangan Anak di bawah 1 tahun

Ketrampilan

>3 bulan

4-7 bulan

8-12 bulan

Motorik
  • Pada saat tengkurap, kepala dan badan bagian atas sudah dapat ditopang
  • Kaki sudah dapat di-stretch dan sudah mulai bisa menendang
  • Mulai membuka dan menutup telapak tangan
  • Mulai berusaha meraih dan menggerakkan mainan
  • Mulai mencoba mengenai maupun menggerakkan barang yang sedang digantung
  • Pada saat dibantu untuk menapak, kakinya bisa diturunkan ke lantai
  • Gerakan mata dapat mengikuti arah barang yang sedang bergerak
  • Mulai bisa menggerakkan kepala mengikuti stimuli
  • Sudah mulai rolling dua arah (dari posisi tengkurap hingga terlentang, atau dari terlentang ke posisi tengkurap)
  • Mulai bisa duduk, dengan maupun tanpa bantuan tangan
  • Semakin mudah meraih barang dengan cara menggengam
  • Mulai bisa memindahkan barang dari satu tangan ke tangan yang lain, maupun dari kiri ke kanan
  • Pada saat diajak berdiri, badannya telah mampu untuk menopang dirinya sendiri dan dapat dibantu untuk berdiri tegak lurus
  • Mulai mengeksplorasi dengan mulut dan tangan, sering memasukkan barang ke mulut
  • Mulai mencoba membanting maupun menggoyangkan barang
  • Mulai bisa duduk dengan mudah sendiri
  • Mulai mencoba merangkak dengan menggerakkan tangan dan lutut dalam posisi merangkak
  • Mulai mencoba berdiri, berusaha melangkah dengan berpegangan pada barang atau orang, mulai bisa melangkah beberapa langkah tanpa dibantu dan mulai bisa berjalan sendiri
  • Tangannya mulai bisa mencubit atau pada posisi mencubit (jempol dan tangan manis bisa mengatup)
  • Mulai bisa memasukkan barang ke kotak/container dan bisa mengeluarkan barang juga dari kotak/container
  • Mulai bisa melakukan kegiatan fungsional seperti memegang sendok atau membalikkan halaman buku
Bahasa

Mulai membuat bunyi seperti coo-ing (atau oo atau aa)

  • Sebagai bagian komunikasi non-verbal, sudah bisa dan gampang dibuat tertawa
  • Mulai berusaha berbicara dengan konsonan seperti ba-ba-ba atau ma-ma-ma
  • Mulai bisa berkata “Mama” atau “Papa” dan dapat mengasosiasikan panggilan ini kepada orangtuanya
  • Mulai bisa mengekspresikan diri dengan kata-kata seperti “Oh-oh!”
  • Mulai bisa meniru penyebutan kata dan bahkan bisa mengucapkan kata pertama
  • Mulai bisa menggunakan gerakan tubuh seperti menggelengkan kepala untuk “Tidak” atau melambaikan tangan untuk mengucapkan “Selamat tinggal”
  • Dapat bermain permainan yang menarik seperti Cilukba
Sosial/emosional
  • Mulai bisa tersenyum apabila melihat orang yang dia kenali
  • Mulai senang bermain dengan orang lain
  • Mulai bisa membedakan emosi orang lain dengan mendengarkan intonasi orang tsb
  • Mulai bisa mencari barang yang disembunyikan
  • Gampang menemukan barang yang disembunyikan
  • Mulai bisa menggunakan barang dengan tepat, seperti memegang telpon bagaikan menjawab telpon atau meminum dari gelas
  • Mulai malu pada saat bertemu orang asing/baru
  • Menangis apabila ibu maupun ayahnya pergi

Nah, di atas adalah acuan dari tahap perkembangan anak di bawah 1 tahun, dari sisi motorik, bahasa maupun sosial/emosionalnya. Mohon diingat yah, kalau ini hanya merupakan acuan.

Jadi Mom & Dad, tidak perlu khawatir atau panik kalau ada tahapan-tahapan perkembangan yang belum tercapai oleh anak Anda. Yang penting adalah pendampingan dari orangtua, sehingga dapat melatih beberapa aspek perkembangan anak sesuai dengan milestone yang ada. Dengan sering berlatih bersama dan ditemani dengan stimuli yang konsisten, pastinya anak Anda akan terus berkembang dengan optimal.

Pentingnya melatih refleks anak sejak bayi

Hi Moms & Dads yang anaknya masih bayi,

Kita mau sedikit info tentang pentingnya melatih refleks anak terutama pada saat mereka masih bayi.

Pada saat dilahirkan, anak diperlengkapi dengan sejumlah refleks yang sifatnya involuntary dan primitif yang menentukan gerakan anak.

Refleks itu muncul sebagai respons dari stimuli dan gerakan yang secara tidak sadar dilakukan oleh anak. Refleks itu hadir untuk membantu anak menghadapi minggu-minggu pertama dalam hidupnya. Contohnya: refleks menyusui dimana anak lahir dengan kemampuan menyedot dan menelan, atau merespons pada saat pipi/mulutnya disentuh.

Refleks lainnya, refleks Moro terjadi pada saat anak kaget/terkejut dimana secara refleks, anak akan merenggangkan tangan dan kakinya keluar. Selain itu, ada refleks menggengam yang nantinya berhubungan dengan kemampuan meraih dan memegang.

Refleks lain adalah refleks berjalan, dimana anak akan melangkah apabila badannya berdiri lurus dengan kaki bersentuhan dengan lantai. Semua ini disebut refleks primitif.

Apabila anak tidak mempunyai refleks primitif, ini merupakan indikasi kemungkinan terjadinya perkembangan abnormal pada anak hingga masalah perkembangan otak anak di kemudian harinya.

Refleks primitif biasanya akan hilang di bulan-bulan pertama anak dan digantikan dengan hadirnya kemampuan fisik anak yang bisa diobservasi.

Seorang pakar bernama Goddard menghubungkan perkembangan refleks dengan perkembangan anak sejak dini dimana transisi yang tidak lengkap dari refleks primitif ke perkembangan motorik dini akan menyebabkan masalah di keseimbangan dan koordinasi anak di kemudian hari, dan kebiasaan menyedot dan mengempeng yang berkepanjangan akan mempengaruhi kemampuan anak berbicara dan lemahnya otot maupun koordinasi motorik mulut.

Selain itu, refleks menggengam yang kelamaan dapat menghalangi kemampuan anak memegang pensil ke depannya.

Berikut beberapa cara melatih refleks anak bayi:Screen Shot 2018-10-17 at 19.33.09

  1. Rooting– menyentuh pipi bayi terutama bagian yang dekat mulut bayi. Dengan cara ini, secara reflek, bayi akan menolehkan kepalanya ke arah sentuhan dan bayi akan secara otomatis membuka mulutnya seperti ingin menyusu.
  2. Gripping– menggenggam sesuatu yang ditaruh di dekat tangan bayi. Hal ini melatih refleks anak untuk bisa meraih maupun menggengam barang maupun jari tangan orang dewasa. Lama-lama, dia mulai bisa menarik berat badannya sendiri apabila sudah cukup terlatih.
  3. Toe curling– dengan menyentuh bagian telapak kaki bayi, dia akan dengan refleks mengerutkan kuku-kuku kakinya. Apabila bagian depan kakinya yang disentuh, kuku kakinya akan merenggang dengan sendirinya.
  4. Moro reflex– bayi akan dengan refleks menunjukkan gerakan kaget dimana kepalanya langsung tertarik ke belakang dan tangan dan kakinya langsung terbuka  posisinya apabila bayi mendengar suara yang kencang maupun gerakan yang tiba-tiba. Biasanya refleks ini juga disertai dengan tangisan.
  5. Galant– dengan lembut, sentuhlah bagian punggung belakang bayi Anda yang dekat dengan tulang belakangnya, niscaya bayi akan berputar ke arah sentuhannya dan tampak seperti seorang pemanah.Jadi bagi orangtua yang punya anak bayi, latih perkembangan refleks anak Anda agar tumbuh kembangnya sesuai dengan perkembangan umurnya.

Liputan tentang Mika Daycare di Kompas.id

Dilansir dari Kompas.id dengan Judul “Mika Daycare: Kasih Sayang di Gedung Perkantoran”

Hari masih pagi. Para karyawan perkantoran perlahan sudah mulai beraktivitas. Namun, diantara mereka, ada pula yang masih punya kesibukan lain di perkantoran South Quarter, kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Tiga anak bayi misalnya, terlihat sedang berjemur menikmati matahari pagi di taman bersama dengan pengasuhnya. Semerbak wangi minyak telon menguar ketika pintu masuk ke ruangan bermain dibuka.

Begitu dilongok, beberapa anak sedang beradaptasi mengamati lingkungan sekitar. Di sebuah kelas, anak-anak berusia 2 tahun bernyanyi bersama para ibu dan para guru. Di kelas lain, sekelompok anak sedang bermain.

Mereka semua merupakan bayi mungil dan anak kecil yang dititipkan orang tuanya di Mika Daycare.

KOMPAS/ ANASTASIA JOICE TAURIS SANTI

Anak-anak menantikan pembagian makanan di Taman bermain di Mika Day Care di perkantoran South Quarter, kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, awal September 2018.

Melahirkan anak sementara sang ibu memilih untuk terus bekerja adalah salah satu alasan menitipkan anak di daycare. Hal lain adalah, sang ibu yang tiba-tiba menjadi orang tua tunggal.

“Saya juga konsumen day care. Ketika itu, tidak memungkinkan mengambil pengasuh dan saya memilih menitipkan anak saya di day care,” jelas Marta Yuliana, salah seorang pendiri Mika Day Care, ditemui pekan lalu.

Dari hasil bincang-bincang dengan tiga temannya, Marta memutuskan untuk membuka layanan penitipan anak. Dari posisinya sebagai konsumen, Marta memahami apa yang diinginkan dan harapan orang tua terhadap day care.

“Sebagai orang tua, saya ingin ketika menjemput anak saya dari day care, dia sudah bersih, sudah harum, tetapi ada pengalaman, anak saya seperti berkeringat dan asem sampai di rumah. Ternyata, pemilik day care mematikan pendingin ruangan sehingga anak-anak kepanasan berkeringat lagi sebelum pulang,” kata Marta.

Pengalaman lain, para pengasuh tidak segera memberitahukan kepada orang tua ketika sesuatu terjadi pada anaknya. Ketika sampai di rumah, pernah didapati lebam pada tubuh anaknya. Tetapi, tidak ada pemberitahuan mengapa lebam itu terjadi.

Marta sangat rinci dalam memenuhi harapan orang tua karena pernah dalam posisi sebagai orang tua yang menitipkan anaknya di day care.

Menunggu giliran
Saat ini, Mika Day Care merupakan salah satu tempat penitipan anak yang laris dicari para orang tua. Setelah dua tahun beroperasi, sudah ada 30-40 anak yang dititipkan. Masih banyak lagi anak yang harus menunggu giliran karena kapasitas yang sudah tidak memadai.

“Ketika kami berempat membuka bisnis ini, memang banyak kendalanya,” ujar Marta. Marta mendirikan Mika bersama dengan sahabat-sahabatnya Tirza Engelen, Ellen Dharmadi dan Mariska Sohan.

DOKUMENTASI MIKA

Pendiri Mika Day Care dari kiri ke kanan Marta Yuliana, Tirza Engelen, Ellen Dharmadi, dan Mariska Sohan.

Ketika itu, penyewa di Gedung South Quarter masih terbatas. Orang tua yang menitipkan anaknya pun masih sedikit. “Kami harus mendatangi satu per satu penyewa di gedung ini untuk memaparkan dan memperkenalkan tentang fasilitas yang dimiliki Mika,” kata Marta lagi.

Marta yang berlatar belakang sebagai pendidik, bertugas membuat kurikulum. Mika menggunakan kurikulum Montessori yang memungkinkan sang anak mengembangkan diri sesuai bakat dan kemampuannya.

Kurikulum tersebut dipadukan dengan metode sensori, yang memberikan kesempatan anak untuk mengeksplorasi panca indranya. Anak-anak pun diajak bermain bak pasir, bak berisi balok, bermain tepung, dan sebagainya.

Kegiatan sepanjang hari di Mika relatif padat. Ketika tiba di Mika, anak-anak itu belum mandi. Setelah mandi, mereka berkegiatan lalu mendapatkan makanan ringan pertama. Kemudian, bermain lagi dan makan siang.

KOMPAS/ ANASTASIA JOICE TAURIS SANTI

Kamar tidur di Mika Day Care, pada awal September 2018.

Selesai makan siang, mereka tidur siang. Kegiatan berlanjut lagi hingga mandi dan makan sore, lalu mereka dijemput orang tuanya pada pukul 18.00.

Tidak hanya membuka kelas penitipan anak, Mika Day Care juga membuka kelas bermain meski tidak setiap hari dan hanya dalam durasi terbatas. Adapun pada hari Sabtu, Mika mengadakan kelas-kelas bertema pengasuhan.

“Tanggapannya positif. Kelas Mika penuh, demikian pula dengan kelas di akhir pekan yang ditangani oleh tim tersendiri,” kata Marta bersemangat. Salah satu rekan Marta memang bertanggung jawab mengunggah program Mika di sosial media sehingga program yang ada tersosialisasikan dengan baik.

Kini, Mika bahkan membuka komunitas berdasarkan bulan kelahiran anak. Karena, ada permintaan dari pelanggan agar kelas khusus itu hanya dihadiri oleh anak yang lahir pada bulan yang sama. Itu hanya salah satu kelas unik yang disediakan oleh Mika.

KOMPAS/ ANASTASIA JOICE TAURIS SANTI

Taman bermain di Mika Day Care, awal September 2018.

Makin berkembang
Dan, bisnis penitipan anak ini pun semakin berkembang. Tidak hanya semakin banyak anak yang hendak dititipkan, tetapi sudah ada pengusaha lain yang meminta hak waralaba dari Mika.

Hingga akhir tahun 2018 ini, Mika ditargetkan membuka lagi cabang di kawasan perkantoran antara lain di Kuningan.

Marta dan para sahabatnya meyakini bisnis penitipan anak ini berprospek cerah karena selalu ada saja keluarga yang memiliki bayi dan menemukan kesulitan dalam pengasuhan dan pengawasan anaknya sehari-hari.

Bahkan, Marta rela meninggalkan pekerjaannya yang sudah mapan pada sebuah bank untuk mengurus bisnisnya ini.

Dua tahun telah berjalan. Persoalan dan peluang bermunculan. Anak-anak yang biasa dititipkan di Mika sudah saatnya masuk prasekolah. Para orang tua kembali dihadapkan pada persoalan, ke mana anak-anak akan diasuh setelah sekolah yang biasanya hanya berlangsung hingga tengah hari.

Marta dan kawan-kawannya melihat kondisi itu sebagai peluang. Pada tahun ajaran baru mendatang, Mika akan membuka sekolah pada jenjang pra sekolah yang diikuti dengan penitipan anak.

Setelah anak selesai bersekolah, mereka akan melanjutkan aktivitasnya di penitipan anak hingga orang tuanya dapat menjemput pada petang hari seusai kerja.

Prinsip tiga P
Dalam menjalankan bisnis penitipan anak ini, Marta dan teman-temannya menjalankan prinsip 3 P yaitu people, persistence dan passion.

Ketika mulai berbisnis, Marta sudah mempersiapkan sumber daya manusia yang baik, juga memberikan pelatihan tambahan agar dapat memberikan pelayanan seperti yang diharapkan oleh para orang tua.

Para pengasuh yang saat ini bekerja di South Quarter, kelak akan menjadi pengawas pada cabang-cabang yang akan dibuka Mika.

Selain itu, persistensi juga diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan bisnis yang memang tidak mudah pada awalnya. Tanpa daya tahan dan ketabahan melalui masa-masa sulit, bisnis tidak akan berkembang.

Ketika Mika belum dikenal, Marta dan teman-temannya tidak putus asa. Segala cara digunakan untuk mempromosikan kegiatan Mika.

Sosial media, kata Marta, digunakan secara maksimal untuk menawarkan layanan tersebut. Kegigihan mereka untuk tetap membuka bisnis pun berhasil. Dalam dua tahun, sudah banyak perkembangan yang dialami Mika dari sisi bisnisnya.

P selanjutnya adalah passion. Mengerjakan sesuatu tanpa passion rasanya akan berat. Bayangkan, setiap hari mengurus anak orang, harus memerhatikan berbagai rincian seperti mempersiapkan makanan sehat hingga mempersiapkan minyak telon.

Tentu jika dilakukan tanpa passion terasa berat dan rumit dilakukan. Dengan passion, semua kerumitan itu menjadi tidak berarti.

Dengan ketiga P, Marta dan kawan-kawannya terus membagikan kasih sayang di antara tembok-tembok perkantoran.

Sumber: https://kompas.id/baca/ekonomi/2018/09/05/mika-day-care-kasih-sayang-di-gedung-perkantoran/

Jadwal Agustus untuk Babies

IMG_7047

Untuk anak-anak bayi yang berumur 3 – 12 bulan, kami mengadakan kelas Sensory di bulan Agustus ini dengan jadwal:

  1. 11 Aug: The Funny Farm
  2. 25 Aug: The More We Get Together

Setiap kelasnya terdapat dua sesi:
Sesi pertama: 09.30 – 10.30
Sesi kedua: 11.00 – 12.00

Yang tertarik, bisa langsung menghubungi kami di: 0811 996 6563

Untuk harganya, per sesi, IDR 200,000/anak

Ditunggu kehadirannya di kelas Sensory kami!

#mikadaycare

Jadwal Agustus – September 2018 untuk Toddlers

IMG_7048

Hi, Moms & Dads,

Sedang merencanakan kelas Sensory untuk buah hati Anda?

Bagi orangtua yang mempunyai anak toddler, berikut jadwal kelas Sensory Class for Toddlers (13 – 24 months) untuk bulan Agustus & September 2018:

JADWAL KELAS:
1. 4 Aug: Under the Rainbow
2. 1 Sept: Down by the Seashore

Terdapat dua sesi per harinya:
Sesi pertama: 09.00 – 10.30
Sesi kedua: 11.00 – 12.30

Yang tertarik, langsung RSVP ke: 0811 996 6563

Harga per kelas: IDR 220,000/toddler

See you in our Toddler Sensory Class!

#mikadaycare

Jump, Wiggle & Twist 28 Juli

IMG_7019

Bagi yang pengen ikutan kelas weekend, Sabtu, 28 Juli, ada kelas buat Toddlers yang berumur 13 -24 bulan.

Temanya: Jump, Wiggle & Twist

Kegiatannya apa aja sih?
1. Ribbon 🎀 dance: bergerak sangat penting di usia golden age anak, jadi yuks dance bersama
2. Walking, jumping, running: kegiatan ini baik untuk meningkatkan motorik kasar anak
3. Catching fish 🐠: menangkap ikan perlu kombinasi yang baik antara tangan, upper body dan lower body anak
4. Parachute play – bermain dengan parasut warna-warni juga seru nih
5. Obstacle challenge: lewati obstacle yang beragam untuk melatih gerakan anak

Penasaran dengan kelasnya? Yuks daftarin segera di +62 811-9966-563.

See you on 28th July 2018!
#mikadaycare

Things that go 7 Juli ini

image1

Hi Mom and Dad,

Sensory class di Mika Daycare akan dimulai tanggal 7 Juli ini, khusus untuk buah hatimu yang berumur 13-24 bulan. Ada dua sesi yah, jam 09.00-10.30 dan 11.00-12.30.

Tema kali ini adalah “Things that go”, jadi anak-anak pasti akan sibuk bergerak. Apa saja kegiatannya Sabtu ini?
1. Parachute plays – main parasut bareng dengan variasi yang seru supaya buah hatimu menjadi aktif dan semangat.
2. Painting the cars 🚗 – Belajar mengecat mobil 🚘 dan       mengenali warna bersama.
3. Pulling exercise – ayo mencoba menarik beragam mainan untuk meningkatkan gross motoric anakmu.
4. Putting in coins – memasukkan koin ke wadah sangat bagus untuk fine motoric anak
5. Rolling the gallon – galon bisa juga menjadi alat yang tepat dan menarik bagi anakmu untuk aktif berjalan dan bergerak.

Mulai Juli 2018, ada kenaikan harga kelas kami menjadi IDR220,000/anak.

Untuk reservasi, kontak kami di 0811-9966-563.

See you this Saturday!

Doctor Role Play – 21 April 2018

image2

Hi Mom and Dad,

Bulan ini kita akan bermain pretend play dengan tema Occupation. Nah, tanggal 21 April anak-anak akan belajar menjadi Dokter yang akan dibimbing oleh Pakar Early Childhood, Ms. Avi.

Beberapa kegiatan seru di hari Sabtu ini:
1. Orang tua akan belajar memberikan instruksi kepada anak apa yang harus dilakukan sebagai seorang Dokter.
2. Anak-anak belajar mengenai kondisi di Rumah Sakit.
3. Mereka juga akan belajar membuat tas dokter yang lengkap dengan stetoskop.
4. Selain itu, mereka akan berperan seperti layaknya dokter dengan mengobati boneka bayi maupun teddy bear yang sedang terluka.
5. Sambil dijelaskan juga bahwa ada dokter yang berprofesi mengecek gigi, yaitu dokter gigi.

Khusus tanggal 21 April ini, akan ada dua sesi bagi anak-anak yang berumur 24 bulan – 3.5 tahun, yaitu di jam 09.00 – 10.30 dan anak-anak yang berusia diatas 3.5 tahun hingga 5 tahun di jam 11.00 – 12.30.

Yuk! Jangan sampai ketinggalan ya kelas Sabtu ini.

Investasi: IDR 200,000/anak.

Info & RSVP 0811-9966-563

Konsep Baru: Fireman Roleplay Class

Hi Mom and Dad,
image1-9
Bulan ini kita akan bermain pretend play dengan tema Occupation. Nah, minggu ini anak-anak akan belajar menjadi Fireman yang akan dibimbing oleh Psikolog Anak Ms. Swatika Librianum, M.Psi.

Beberapa kegiatan seru di hari Sabtu ini:
1. Orang tua akan belajar memberikan instruksi kepada anak apa yang harus dilakukan sebagai seorang Fireman.
2. Anak-anak belajar simulasi perjalanan dari Fire station ke Gedung yang terbakar.
3. Ladder Climbing (Halang Rintang) menuju lokasi kebakaran
4. Memindahkan air dari ember besar ke dalam botol spray untuk persiapan menyemprot api.
5. Fire Cup Knock Down dengan botol spray yg sudah di-isi air

Sejak Maret lalu, Mika Daycare telah membagi kelas weekend menjadi tiga kelas, yaitu kelas Baby yang berumur 3 – 11 bulan, kelas Toddler yang pertama untuk yang berumur 12 – 24 bulan dan Toddler yang lebih besar untuk yang berumur 25 – 36 bulan.

Khusus tanggal 7 April ini, akan ada dua sesi bagi Toddlers: yang berumur 25 – 36 bulan, yaitu di jam 09.00 – 10.30 dan Toddler yang berumur 12 – 24 bulan di jam 11.00 – 12.30.

Yuk! Jangan sampai ketinggalan ya kelas Sabtu ini.

Investasi: IDR 200,000/anak.

Info & RSVP 0811-9966-563